oleh Bambang Sagurung dan Rapot P. Simanjuntak
Kamis 11 September 2008 - 12:30:26
Tuapeijat,
Puailiggoubat - Pusat Studi dan Perpustakaan Umum Daerah Mentawai segera dibangun 2009 mendatang di Desa Sidomakmur Sipora Utara seluas 50x 200 meter.
Hal itu dikatakan Naslindo Sirait, Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Mentawai serta Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pustaka pada Puailiggoubat 18 Mei lalu.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Pemkab Mentawai Segera Bangun Perpustakaan Rp3,3 Milyar“Ini telah kita sampaikan pada DPRD Mentawai agar anggaran pembangunannya nanti dianggarkan. Kita berharap ini dapat terealisasi karena tujuan dari pembangunan ini untuk meingkatkan kemajuan masyarakat dengan mendapatkan ilmu dan pengetahuan dari buku-buku yang dibaca,” katanya.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Pemkab Mentawai Segera Bangun Perpustakaan Rp3,3 MilyarUntuk perencanaan pusat studi dan kepustakaan daerah tersebut telah dianggarkan dana Dana Alokasi Umum (DAU) 2008 sebesar Rp147.650.000. “Kalau pembangunan ini terlaksana maka ini merupakan perpustakaan termegah yang ada di Sumatera Barat,” tandasnya.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Pemkab Mentawai Segera Bangun Perpustakaan Rp3,3 MilyarBesarnya kisaran biaya untuk merampungkan perpustakaan tersebut diperkirakan Rp3, 3 miliar, di mana bangunannya terdiri dari ruang koleksi, ruang baca, ruang audiovisual, ruang teater mini berkapasitas 25-30 orang, ruang museum/peraga, serta panggung terbuka.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Pemkab Mentawai Segera Bangun Perpustakaan Rp3,3 MilyarSementara rencana lokasi pembangunannya dilaksanakan di bekas pabrik rotan SP II, Tuapeijat karena lokasi tersebut tidak terpakai lagi dan akan mempermudah persoalan tanah karena lahan tersebut milik Pemda Mentawai.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Pemkab Mentawai Segera Bangun Perpustakaan Rp3,3 Milyar“Nantinya juga akan ada pustaka keliling, ini tujuannya untuk meningkatkan minat baca masyarakat sebingga dapat mengetahui tentang dunia luar. Karena kemajuan suatu daerah didukung oleh mutu dan ilmu masyarakatnya,” terang Naslindo. (bs/rpt)